Subscribe RSS

Archive for the Category "Kajian & Riset"

Pesona Keindahan Bawah Laut Tanjung Papuma Aug 04

Benar-benar alami dan menawan terumbu karang di Tanjung Papuma.  Begitulah kesan yang terlontar dari ucapan anggota tim selam UGM yang beberapa waktu lalu – sekitar bulan Juni – mengadakan penyelaman di wilayah pantai papuma.

Memang, pada bulan Juni 2011 yang lalu, wana wisata Tanjung Papuma bekerjasama dengan komunitas penyelam Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, mengadakan survei potensi bawah laut Papuma.  Kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari tersebut dimaksudkan untuk mengetahui potensi terumbu karang, keragamaman dan kekayaan hayat biota laut, sifat angin, gelombang/arus laut, salinitas dan topografi kedalaman dasar pantai dan lain-lain.  Hasil survei ini diharapkan dapat diperoleh gambaran situasi dan kondisi perairan bawah laut papuma yang dapat dikembangkan untuk obyek wisata selam (diving) dan snoorkling (selam permukaan) yang aman bagi pengunjung papuma.

Berdasarkan hasil survei penyelaman selama 3 hari tersebut diperoleh hasil bahwa ekosistem papuma masih sangat terjaga dan alami.  hal ditandai dengan kemunculan ikan-ikan langka yang berfungsi sebagai indikator keutuhan ekosistem dan habitat laut papuma.

Hasil dari survei ini akan segera kami publikasi sebagai bahan panduan katalog obyek bawah laut Papuma bagi para peminat/penghobi selam maupun sekedar untuk snoorkling yang ingin melakukan wisata selam di Tanjung Papuma.  Namun karena ternyata diketahui bahwa secara fisik perairan laut selatan tergolong berbahaya bagi penyelaman, maka rekomendasi sementara untuk melakukan penyelaman di Tanjung Papuma haruslah penyelam yang profesional (drift diving skill), mengingat arus gelombang cukup deras dan banyak putaran arus bawah (dietweha).

Kera Ekor Panjang : Primata Penghuni Papuma Yang Bersahabat Oct 03

Selain lutung jawa (budeng), di papuma juga terdapat jenis primata lain yang juga menjadi salah satu daya tarik obyek wisata papuma.  Primata ini hidup dan berkembangbiak dengan lestari. Jenis primata yang satu ini lebih banyak jumlahnya dan memiliki sebaran habitat yang sangat beragam dan jumlahnya / populasi tidak terglong langka seperti budeng.

Primata ini mampu hidup di segala habitat dan ekosistem serta aktifitasnya tidak hanya melulu berada di atas pohon tetapi juga turun ke tanah dan beratifitas di atas tanah.  Karena kemampuan adaptasinya yang tinggi serta kemampuan berkembangbak yang cepat dan kelimpahan sumber makanan, jumlah primata ini di papuma juga lebih banyak dari budeng.  Diperkirakan jumlahnya sekarang ini sudah mencapai 100 ekor lebih.

Dialah si Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) adalah monyet asli Asia Tenggara namun sekarang tersebar di berbagai tempat di Asia. Monyet ini sangat adaptif dan termasuk hewan liar yang mampu mengikuti perkembangan peradaban manusia.

Secara fisiologis, tubuhnya mempunyai panjang tubuh 38-76 cm, panjang ekor 61 cm dengan berat badan sampai 6 kg. Tubuhnya tampak kokoh yang tertutup mantel rambut berwarna coklat kemerah-merahan di bagian bawah nampak lebih muda dan muka menonjol dengan wama keputih-putihan. Wama mantel rambut kera ini yang hidup di pedalaman hutan lebih gelap dari pada yang hidup dipantai. Anak kera ekor panjang mantel rambut berwama hitam dengan rambut muka dan telinga nampak cemerlang, warna rambut inl akan berubah setelah berumur 1 tahun.

Anggota badan dapat difungsikan sebagal tangan dan sebagai kaki. Jari-jari kaki dan tangan masing-masing berjumlah 5 biji dan sangat mudah digerakkan. Pergerakan satwa ini jika berada di pohon menggunakan jari- jarinya, namun jika di atas tanah akan menggunakan telapak kaki dan tangannya ke tanah. Macaca juga dapat memanjat sambil melompat sejauh 5 meter. Jenis monyet ini juga dapat berenang dengan baik.

Kera ekor panjang hidup berkelompok, jumlah kelompok biasanya terdiri dari 10-20 ekor di hutan bakau, 20-30 ekor di hutan primer, 30-50 ekor di hutan sekunder, dengan komposisi komplit ada induk jantan dan betina beserta anak-anaknya. Besar kecilnya kelompok ditentukan oleh ada tidaknya pemangsa dan sumber pakan di alam. Pergerakan dilakukan untuk mendapatkan pakan di dalam melangsungkan hidupnya. Luas daerah jelajah 50 hingga 100 ha untuk satu kelompok. Luas daerah jelajah sangat erat hubungannya dengan sumber pakan.

Monyet ini memiliki alat kelamin menonjol, yang jantan kantong zakar besar. Masa kawin pada setiap siklus, kawinnya beramai-ramai, seekor pejantan kawin dengan beberapa ekor betina dan seekor betina kawin dengan beberapa ekor pejantan. Masa bunting selama 116 hari.

Monyet ekor panjang mampu hidup dalam berbagai kondisi dari hutan bakau di pantai, dataran rendah sampai pegunungan dengan keting- gian 2000 mdpl. Monyet ini dapat ditemukan di mana-mana, menjadi hama bagi penduduk, merusak padi, jagung dan tanaman buah-buahan.

Gebang : Si Palem Berdaun Kipas Nan Menawan Oct 02

Jangan salah dengan jenis tanaman yang satu ini. Pohon yang tinggi menjulang dengan bentuk batang yang hampir silindris dan berdaun kipas ini, sekilas mirip palem atau siwalan atau aren bahkan kelapa.  Itulah Gebang atau Corypha utan, sejenis palem berdaun kipas yang akan anda saksikan banyak tumbuh dan mengelompok di papuma.

Gebang adalah nama sejenis palma tinggi besar dari daerah dataran rendah. Pohon ini juga dikenal dengan nama-nama lain seperti gabang (Dayak Ngaju), gawang (Timor), pucuk (Btw.), pocok (Md.), ibus (Bat., Sas.), silar (Minh.) dan lain-lain. Nama ilmiahnya adalah Corypha utan.  Keberadaan pohon ini di papuma sangat dominan dan mencolok karena pohonnya yang tinggi besar, menyerupai kelapa, dan berdaun kipas.  Bagi yang tidak terlalu paham dengan jenis-jenis tumbuhan, banyak yang mengira / menyamakan pohon ini dengan pohon siwalan atau enau. Padahal habitat antara gebang dan siwalan jelas sangat berbeda.

Sebagai salah satu penyusun formasi vegetasi Barringtonia, pohon palma yang besar ini berbatang tunggal, tinggi sekitar 15-20 m. Daun-daun besar berbentuk kipas, bulat menjari dengan diameter 2-3,5 m, terkumpul di ujung batang; bertangkai panjang hingga 7 m, lebar, beralur dalam serta berduri tempel di tepinya. Bekas-bekas pelepah daun pada batang membentuk pola spiral.

Gebang hanya berbunga dan berbuah sekali, yakni di akhir masa hidupnya. Karangan bunga muncul di ujung batang (terminal), sesudah semua daunnya mati, berupa malai tinggi besar 3-5 m, dengan ratusan ribu kuntum bunga kuning kehijauan yang berbau harum. Buah bentuk bola bertangkai pendek, hijau, 2-3 cm diameternya.

Daun gebang, terutama yang muda, diolah menjadi berbagai bahan anyaman yang bagus; untuk bahan membuat tikar, topi, kantong, karung, tali, jala dan pakaian tradisional. Helai-helai pita dari olahan janur gebang ini pada masa lalu ramai diperdagangkan terutama di Sulawesi Selatan; dikenal beberapa macamnya seperti agel, papas, dan akan.

Sejenis serat tumbuhan yang cukup baik dapat pula dihasilkan dari tangkai daunnya, setelah dibelah-belah, direndam dan diolah lebih lanjut. Serat ini dapat dipintal menjadi tali atau, di Filipina, dianyam menjadi topi.

Umbutnya dapat dimakan. Demikian pula dengan sagu yang diperoleh dari empulur batangnya, meski biasanya sagu ini untuk makanan hewan saja dan baru dimakan orang di masa paceklik. Di Ayotupas, sagu gebang dibuat menjadi semacam kue lempengan yang dibakar dan disebut putak; biasanya dimakan bersama pisang.

Batang gebang cukup keras, terutama bagian luarnya yang mengayu, dan biasa digunakan sebagai bahan bangunan. Potongan batang yang utuh dan dibuang bagian tengahnya (empulur) biasa digunakan untuk membuat bedug.

Beberapa bagian pohon gebang memiliki khasiat obat. Akarnya digunakan untuk menyembuhkan diare ringan dan berulang. Air dari pelepahnya digunakan sebagai anti racun. Semacam getah kemerahan (blendok, Jw.) dari pucuknya digunakan untuk mengobati luka, batuk dan disentri (sumber : wikipedia)

Papuma Learning Centre (PLC) Sep 16

Papuma Learning Centre (PLC) adalah sebuah program baru yang kami coba tawarkan kepada para wisatawan di wana wisata tanjung papuma, jember.  Program ini bertujuan memperkenalkan papuma sebagai sebuah kawasan wisata yang bernilai rekreasi dan juga sebagai sekaligus tempat pendidikan luar sekolah.  PLC ditujukan tidak hanya bagi anak-anak dan generasi muda, tetapi juga bagi para profesional muda, pebisnis dan kalangan keluarga.

Jika anda berkunjung ke papuma beberapa bulan terakhir, pasti akan anda jumpai sebuah area di bagian zone publik yang kami bangun berbagai wahana-wahana outdoor games.  Pembangunan beberapa fasilitas outdoor games ini salah satu diantaranya adalah sebagai wujud pelaksanaan program PLC.  Wahana-wahana tersebut secara terpisah maupun menyatu dalam paket outbond,antara lain : flying fox sepanjang 200 m, jembatan pohon, spider web, titian bambu dan area pin ball atau war games.

Tidak berdiri sendiri, untuk melaksanakan dan memperkenalkan program PLC ini, Perhutani bekerjasama / bermitra dengan more…

Papuma Sebagai Obyek Riset Study Sep 08

Sebagai obyek wisata  alam yang mengandung banyak keunikan flora dan fauna, wana wisata tanjung papuma ternyata juga telah banyak mengundang minat para peneliti untuk melakukan riset study tentang obyek wisata tersebut.  Tidak hanya sebatas pada bidang keilmuwan rumpun biologi dan atau lingkungan hidup, (ekowisata) tetapi juga telah menarik studi dari aspek manajemen, kepariwisataan, ekonomi dan finansial sampai dengan rumpun ilmu pengembangan kewilayahan.

Berbagai hasil penelitian tentang papuma telah banyak dipublikasikan di dunia maya.  Pada kolom ini, kami akan menyajikan berbagai tautan (link) yang terkait dengan publikasi hasil-hasil penelitian atau studi tentang papuma.  Harapan kami, bagi anda peminat papuma yang ingin mengembangkan penelitian di papuma dapat memiliki literatur yang memadai dan terhimpun menjadi satu, sebagai bahan penelitian anda, baik sebagai penelitian awal maupun penelitian lanjutan dari studi-studi yang telah pernah dilaksanakan.

Hasil-hasil penelitian yang ada kami pilah menjadi beberapa aspek penelitian diantaranya :

  • Studi Ekologi, Lingkungan dan Ekowisata
  • Studi Ekonomi & Sosial
  • Studi Manajemen dan Perencanaan
  • Studi Kepariwisataan
  • Studi  Pranata Sosial & Kemasyarakatan

Selamat berstudi di papuma.  Semoga bermanfaat.