Meski kejadiannya sudah agak kadaluarsa, namun kisah terdamparnya lumba-lumba di pantai Tanjung Papuma ini cukup relevan dan menarik untuk diberitakan. Cukup menarik karena kejadiannya sangat langka – karena memang belum pernah terjadi ada ikan besar seperti lumba-lumba – terdampar di Papuma. Relevan karena kejadian ini menunjukkan bahwa di sekitar kawasan perairan Tanjung Papuma berarti juga terdapat habitat lumba-lumba yang perlu diteliti lebih lanjut keberadaannya. Siapa tau bisa juga menjadi salah satu obyek wisata bahari di Papuma.
Although it had happened a bit outdated, but the story terdamparnya dolphins on the beach of Tanjung Papuma is quite relevant and interesting to be preached. Quite interesting because it happens very rare – because it has never happened there is a big fish like dolphins – washed up on Papuma. Relevant because this incident shows that the waters around Cape Papuma means there are also the habitat of dolphins that need to be further investigated its existence. Who knows it could also be one of maritime tourism in Papuma.
Kejadiannya dikisahkan oleh Mas Riswandha (salah satu anggota grup FB Papuma Lovers) yang mengirimkan kisahnya ke grup FB tersebut. Saat itu 29 Mei 2009, mas Riswandha dkk kebetulan sedang berwisata ke Papuma. Kala itu para nelayan mendapati seekor lumba-lumba tersangkut jala jaring penangkap ikan. Akibat kelelahan dalam upaya melepaskan diri dari jala jaring ikan tersebut, lumba-lumba tersebut akhirnya kelelahan dan terdampar di pantai pasir putih papuma.
It happened told by Mas Riswandha (one of the member of group Papuma Lovers) that send the story to the group FB. It was May 29, 2009, Mas et al Riswandha happened to be traveling to Papuma. At that time the fishermen found a dolphin nets snagged fishing nets. As a result of fatigue in an effort to escape from the nets of fishing nets, the dolphins were eventually exhausted and stranded on a white sand beach Papuma.
Melihat hal tersebut, para nelayan setempat telah berusaha mengembalikan lumba-lumba tersebut kembali ke laut. Namun usaha tersebut sia-sia karena lumba-luma sudah kelelahan dan akhirnya mati. Lumba-lumba mati itu akhirnya dikuburkan di bawah pohon kelapa. Pada saat penguburan, mas Riswandha dkk turut menguburkan lumba-lumba malang tersebut. (dietweha)
Seeing this, the local fishermen have been trying to get the dolphins back to sea. But the effort is futile because the dolphin-luma was exhausted and eventually die. Dead dolphins were eventually buried under a palm tree. At the time of burial, mas Riswandha helped bury the poor dolphins. (dietweha)

Tanjung Papuma, bagi kalangan pelancong lokal, tak ubahnya sebuah ’surga’. Selain menyuguhkan berbagai panorama yang menyejukkan hati, daratan kecil yang menjorok ke laut di pantai utara Jawa Timur ini juga menyimpan beragam flora dan fauna khas tropis. Siapa pun yang sempat mengunjungi pantai landai berpasir putih ini tak pernah bosan menikmatinya. Kondisi geografisnya yang stabil, bahkan telah menjadikan keelokan kawasan wisata dapat dinikmati dalam cuaca apa pun, baik di musim kemarau maupun ketika musim penghujan tiba.
Komentar Anda