Jember, 1 Agustus 2010. Sungguh tiada diduga, ternyata selama ini Wana Wisata Tanjung Papuma memiliki koleksi satwa langka yang sudah mulai punah keberadaannya di pulau Jawa. Dialah si Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) atau dalam istilah setempat disebut “budeng”.
Satwa liar endemik yang setiap harinya hidup liar di alam bebas dan bercengkerama di alam papuma yang asri, diperkirakan hanya tersisa ratusan ekor saja di seluruh habitatnya di pulau Jawa. Dan di Papuma, jumlahnya masih cukup banyak. Diperkirakan di papuma terdapat sekitar 100 ekor lebih. Keunikan dan kelangkaan inilah yang sempat menarik minat stasiun televisi swasta Trans7 untuk meliput keberadaan Lutung Jawa di papuma ini untuk acara “JEJAK PETUALANG”.
Lutung Budeng atau dalam nama ilmiahnya Trachypithecus auratus adalah sejenis lutung berukuran sedang, dengan panjang sekitar 55cm. Lutung Budeng memiliki rambut tubuh berwarna hitam. Dan seperti jenis lutung lainnya, lutung ini memiliki ekor yang panjang, sekitar 87 cm.
Jantan dan betina biasanya berwarna hitam, namun betina memiliki warna putih kekuningan di sekitar kelaminnya. Lutung muda memiliki rambut tubuh berwarna oranye. Ada dua subspesies dari Lutung Budeng, yang dibedakan dari daerah sebarannya. Subspesies utama, T. a. auratus memiliki ras yang langka, di mana lutung dewasa memiliki warna rambut seperti lutung muda yang berwarna oranye, namun warnanya lebih gelap sedikit dengan ujung kuning.
Endemik Indonesia, Lutung Budeng tersebar dan ditemukan di dalam hutan hujan tropis pulau Jawa, Bali, Kalimantan dan Sumatra.
Lutung Budeng adalah hewan diurnal, yang lebih aktif pada waktu siang hari di atas pepohonan. Makanan pokoknya terdiri dari tumbuh-tumbuhan. Memakan dedaunan, buah-buahan dan bunga. Spesies ini juga memakan larva serangga.
Lutung Budeng hidup berkelompok, yang dalam satu kelompoknya terdiri dari sekitar tujuh ekor lutung, termasuk satu atau dua ekor lutung jantan dewasa. Lutung betina biasanya hanya mempunyai satu anak setiap melahirkan dan saling bantu membesarkan anak-anak lutung. Namun lutung betina juga bersifat sangat agresif terhadap lutung betina dari kelompok lain.
Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut, serta populasi lutung yang terus menyusut, Lutung Budeng dievaluasikan sebagai terancam punah di dalam IUCN Red List.
Di Wana Wisata Tanjung Papuma, satwa yang selalu berada di pepohonan dan tidak pernah turun ke tanah ini, sangat dilindungi dan dijaga dari berbagai macam gangguan, baik dari para pemburu maupun predator lain. Populasinya setiap tahun selalu bertambah banyak yang ditandai dengan semakin banyak dijumpai anak-anak lutung. Habitatnya pun dijaga dan dilestarikan. Selain untuk tujuan konservasi, keberadaan lutung jawa ini juga dijadikan sebagai salah satu daya tarik unggulan wisata di papuma. (dietweha)

Komentar Anda