Subscribe RSS
Wana Wisata Tanjung Papuma Feb 13

Tanjung Papuma, bagi kalangan pelancong lokal, tak ubahnya sebuah ’surga’.  Selain menyuguhkan berbagai panorama yang menyejukkan hati, daratan kecil yang menjorok ke laut di pantai utara Jawa Timur ini juga menyimpan beragam flora dan fauna khas tropis. Siapa pun yang sempat mengunjungi pantai landai berpasir putih ini tak pernah bosan menikmatinya. Kondisi geografisnya yang stabil, bahkan telah menjadikan keelokan kawasan wisata dapat dinikmati dalam cuaca apa pun, baik di musim kemarau maupun ketika musim penghujan tiba.

Kawasan wisata hutan dan pantai yang memiliki luas sekitar 50 hektare itu terletak di Kecamatan Ambulu dan Wuluhan, Kabupaten Jember. Nama Papuma sendiri terbentuk sebagai akronim dari Pasir Putih Malikan. Kata ”tanjung” ditambahkan di depannya, untuk menggambarkan posisi pantai yang menjorok ke laut arah barat daya dari wilayah itu. Selain pantainya, hutan yang terleak di sisi lainnya juga jadi daya tarik obyek wisata ini.

Bila tak sedang murka, ombak Tanjung Papuma terasa cukup tenang. Permukaan laut yang berwarna hijau kebiru-biruan selalu mengundang setiap pengunjung untuk berenang atau sekadar menyentuhkan kaki di riak ombak yang bergulir ke pantai. Saat itu pula setiap wisatawan digoda untuk melayarinya. Lebih dari itu semua, pasir putihnya yang sangat halus dan tak pernah meninggalkan rasa gatal di kulit juga menjaadi magnet mampu menyedot wisatawan lokal untuk menyukai Tanjung Papuma.

Memang, hati kita akan semakin puas menikmati Tanjung Papuma, bila kita melayari teluk dengan perahu-perahu nelayan. Utamanya, ketika sang ombak sedang bersahabat, kita juga dapat mendekati beberapa atol (pulau karang, Red) yang terletak sekitar dua mil dari pantai ke tengah teluk. Dari kejauhan pulau-pulau tanpa penghuni itu tampak menyerupai seekor katak raksasa. Namun bila kita hampiri, ia adalah sebuah ciptaan yang sangat menakjubkan.

Keasrian panorama atol-atol di sekitar Papuma akan semakin elok bila dipandang dari Sitihinggil, sebuah menara di atas bukit di ujung barat Tanjung Papuma. Menara itu sengaja dibuat oleh Perhutani sebagai tempat pelancong menatap seluruh panorama di kawasan Papuma, sekaligus untuk tempat pemantuan keamanan satwa-satwa yang ada di kawasan itu. Dari sana pula setiap pengunjung bisa menikmati pemandangan gugusan pulau-pulau karang kecil. Pulau-pulau karang itu, semuanya memiliki sebutan sendiri. Masing-masing sebutan menggunakan nama-nama dewa dalam dunia pewayangan: Batara Guru, Kresna, dan Narada.

Bila pandangan kita palingkan ke arah barat, maka dari Sitihinggil ini kita bisa menikmati sebuah pulau besar yang bertengger di kejauhann tengah tanjung. Oleh warga Jember, pulau ini dikenal sebagai Nusa Barong. Dari Papuma, pulau tanpa penghuni itu berjarak sekitar 50 mil laut dengan waktu tempuh sekitar empat jam menggunakan perahu.

Berwisata di Papuma terasa tak lengkap bila kita tak mengenyam kehidupan nelayan setempat di saat senja tiba. Beberapa jam menjelang matahari terbenam, puluhan nelayan asal dusun Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, selalu tampak menepikan perahu dan jaringnya. Hasil tangkapan mereka berupa ikan krapu, putihan, kakap, tongkol, maupun tuna, dapat langsung dibeli dan dibakar di atas perapian alam dari ranting-ranting kayu kering di tepi pantai.

Pantai di Tanjung Papuma memang berpanorama fantastis. Pantai yang baru dirambah oleh Perhutani disebut dengan nama Malikan. Wajah Malikan bukanlah hamparan pasir hitam atau putih, tapi lebih berupa karang-karang pipih yang mirip kerang raksasa berjajar di sepanjang bentangan pantai yang menghadap ke barat.

Karang-karang kecil berwarna-warni mudah ditemui di sini. Ini merupakan pecahan-pecahan terumbu karang yang terbawa ombak. Bila mujur, kita juga bisa menemukan lobster di sela-sela bebatuan pipih di pantai Malikan. Apalagi bila air laut sedang surut. Udang-udang yang oleh nelayan setempat disebut sebagai urang barong itu memang selalu terdampar saat ombak surut.

Pantai Malikan merupakan tujuan akhir pengunjung kawasan Tanjung Papuma. Pantai sepanjang satu kilometer ini disukai karena hawanya yang sejuk. Seluruh pantai ‘dipagari’ pepohonan seperti pandan laut, palem hutan, serut, dan beragam jenis pohon lainnya — sebuah kawasan hutan Gunung Watangan dengan berbagai satwanya yang dilindungi.

Di antara satwa yang bisa dinikmati adalah burung cicak hijau, yang mudah sekali didengar kicaunya di pagi hari. Saat suasana kawasan wisata itu tak gaduh, kita juga bisa menyaksikan sekelompok lutung (kera hitam) keluar dari persembunyiannya. Mereka bergelayut di pohon-pohon, saling rebut ranting bersama puluhan tupai yang melompat-lompat dengan lincahnya.

Ular besar seperti sanca dan phyton pun sesekali terlihat berkelebat memasuki semak-semak. Ular-ular berbisa kecil — jenis kobra hitam, ular pohon, dan jenis lainnya — tak terhitung jumlahnya. Sesekali mereka keluar sarang. Bila mujur, menurut penanggung jawab kawasan itu, Sutoyo, ular seukuran pohon kelapa pun bisa ditemui di antara pepohonan di kawasan Wanawisata Tanjung Papuma. Selain itu, kijang pun masih tersisa di Papuma. Kijang dan beberapa satwa dilindungi ini, berasal dari Gunung Watangan. Mereka kadang-kadang turun mencari air di saat matahari mulai terbenam. (Dikutip dari : Backpacking Indonesia | republika.co.id)

Category: Kisah Anda
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

16 Responses

  1. Saya tertarik sekali dg wisata tanjung papuma ini. Ada yg bisa kasih info gimana cara sampai kesana? Kalau kita sudah sampai di jember harus naik apa, kearah mana, dan perkiraan ongkos transportasi serta penginapan disana brapa ya?
    terima kasih…

  2. Kalo dari surabaya, naik bus jurusan jember. Lalu perjalanan dilanjutkan dengan taksi menuju papuma yang jaraknya sekitar 45 km dari terminal Tawang Alun Jember. Kalo biayanya bus dari surabaya sekitar 100rb-an, taksi sekitar 50rb-an.

    Saudara bisa juga mengunjungi grup papuma dengan link di bawah ini:
    http://www.facebook.com/group.php?gid=111676422844

  3. Atau……
    Kalo saudara ingin referensi lebih banyak tentang Papuma, khususnya kekayaan flora, silahkan download di:
    http://www.ziddu.com/download/9824280/baringtonia_TP.pdf.html

  4. Saya interest skl ma Tanjung Papuma. Tapi saya mau tnya utk sarana transportasi ke 7 pulau tu ada ya?atau ada hari/jam khusus kL mau ksana. Trims

  5. Untuk Rangga, saya mau ksih tmbahan info, kalau dr Surabaya naik bus tarif biasa 28rb & tarif patas 50rb anda turun diterminal Tawangalun Jember dilanjut naik angkutan jurusan Ambulu atau Tanjung Papuma atau bs jg taksi, anda bs nego tarifnya, moga bs brmanfaat.

  6. 6
    iandz_vegaz 
    Saturday, 15. May 2010

    PAPUMA bagus :)

  7. udah dari sulu saya pengen berkunjung ke papuma, tapi msh blum sempat… ;(
    klo boleh tau..kira2 kapan waktu ombak murka & kapan waktu ombak tenang..?
    jadi saya bisa ngira2 klo mau ksana..biar g kecewa… thanks

  8. saya sangat senang bisa berkunjung ke pantai watu ulo,(papuma)saya sudah berkunjung lebih dari 4 kali bersama tamunya.semua tamu yang saya ajak mengatakan senang dan sangat puas dengan pemandangan alam yang sangat fantastik dan bagus untuk rilex.

    untuk petugasnya,setiap saya berkunjung saya bertemu dengan petugas yang selalu memberikan penjelasan kepada saya tentang pantai tanjung papuma,sehingga memudahkan bagi saya untuk bisa menjelaskan ke tamu saya.
    saya sangat senang dengan keramahan lingkungan dan stap(life guard papuma Mr Handoko)
    yang sangat kindly dan goodness dan juga easy smile.

    Harapkan saya untuk fasiltas jalan agak di perhatikan mengingat situasi jalan yang agak berbahaya.dan juga kebersihan harus tetap bisa terjaga mengingat kami dari kumpulan guide bali akan berusaha memasarkan pantai tanjung alam papuma.

    kami akan merasa senang kalau semua tamu kami bisa nyaman dan aman selama ada di pantai tanjung papuma.

    salam dari

    bali france guide crue

  9. 9
    niar anas 
    Monday, 10. October 2011

    wow… papuma keren..

  10. Saya sangat tertarik dengan keindahan bentang alam yang dimiliki oleh Wana Wisata Tanjung Papuma ini, kebetulan saya adalah seorang mahasiswa yang akan melakukan Praktek Kerja Lapang dan Tugas akhir untuk menyelesaikan studi saya di sebuah institusi dan fakultas yang berkaitan dengan wisata alam, jika diizinkan saya ingin sekali untuk melakukan PKL dan TA di lokasi Wana Wisata Tanjung Papuma ini. Apakah bisa?

  11. Yth Kadek Bali,

    Terimakasih atas kunjungannya beserta tamunya ke papuma. kami berusaha terus memperbaiki layanan dan fasilitas-fasilitas yang ada. Semoga papuma ke depan bisa menjadi salah satu tujuan wisata sebagai alternatif bali.

    terimakasih.

  12. yth Bumi,

    Kami welcome dengan kegiatan akademis dan ilmiah. Sudah banayak studi dan penelitian di papuma yang mengahsilkan sarjana, magister maupun doktor. Silakan mengajukan ijin penelitian ke : Kepala Perum Perhutani Unit II Jatim, Cq. Kepala biro perencanaan SDH dan Pengembangan Usaha di Malang.

    Kami siap membantu tugas akhir anda.

    Salam

  13. 13
    Abdul Kadir 
    Friday, 28. October 2011

    Beberapa hari yang lalu saya melakukan turing dengan sepeda motor saya ke Jawa Timur, Bali dan Lombok dari Balikpapan, Kaltim. Saya mengunjungi Tanjung Aan di Desa Kuta, Lombok dan juga Tanjung Papuma di Jember ini. Orang Lombok dan orang Jember harus bangga memiliki tanjung seperti ini. Kedua-duanya sama cantik dan indahnya. Laut yang biru dan pulau karang yang menjulang tinggi. Bedanya, di Tanjung Aan banyak wisatawan asing dan kita bisa menikmati wisatawan atau penduduk sekitar bermain selancar dengan ombak yang cukup tinggi. Sedangkan di Tanjung Papuma, kita bisa memandang hamparan hutan jati sebelum tiba di lokasi ini. Di sini kita juga disuguhi hutan yang berisikan monyet, burung dan biawak yang tidak dijumpai di Tanjung Aan. Semoga Tanjung Papuma semakin baik, bersih dan indah ke depannya.

  14. 14
    Sarah Fauzia 
    Saturday, 21. January 2012

    Assalamualaikum. Saya sarah mahasiswa yang akan melaksanakan praktik kerja lapang dan tugas akhir di Wana Wisata Tanjung Papuma. Sebelumnya saya ingin bertanya mengenai kegiatan wisata apa sajakah yang terdapat di wana wisata ini terlebih lagi di bagian pesisir dan baharinya? Apakah setiap saat wisatawan dapat menikmati wisata perairan di pantai tersebut? karena yang saya tahu ombak di pantai selatan termasuk besar. Jika saya mengambil pengembangan wisata bahari di wana wisata tanjung papuma apakah bisa direalisasikan? Terima Kasih.

  15. assaLamuaLaikum…
    saya mau tanya,,minggu ini rencananya saya mau ke papuma, transport dari surabaya pake bis trus trun di terminal ambulu,, setelah itu ke papuma nya naik apa ya??? adakah trasport lain selain taksi??? kemudian dari pintu masuk kawasan papuma ke pantainya itu adakah trasport lagi atau gimana???

    mohon bantuannya..
    terima kasih…

  16. ass,
    saya mau tanya saya rencana ke papuma dari bandung pke kreta ke stasiun gubeng sby trus, kalo bus ke jember ada lngsung di stasion atau harus ke terminal?? apa terminalnya di surabaya??

Leave a Reply » Register / Log in